by

GHAZWUL FIKRI

  1. DASAR ADANYA GHAZWUL FIKRI

1)  وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (سورة البقرة : 217)

2)    وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ (سورة البقرة :120)

3)    يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (سورة التوبة: 32)

  1. DEFINISI ALGAZWUL FIKRI
  2. TINJAUAN BAHASA

GHAZWUL FIKRI  berasal dari bahasa Arab

(الغزو) = perang, PENYERBUAN

(الفكر) = pemikiran

Dalam bahasa inggris sering diistilahkan dengan

BRAIN WASHINGTHOUGHT CONTROL, MENTICIDE

  1. TINJAUAN ISTILAH
  2. a)Ghazwul fikri adalah upaya-upaya gencar pihak musuh-musuh Allah subhanahu wata’ala untuk meracuni pikiran umat Islam agar umat Islam jauh dari Islam, lalu akhirnya membenci Islam, dan pada tingkat akhir Islam diharapkan habis sampai ke akar-akarnya.
  1. b)Ghazwul Fikri adalah istilah yang menunjuk kepada suatu program yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur oleh musuh-musuh Islam untuk melakukan pendangkalan pemikiran dan cuci otak kepada kaum muslimin, dengan tujuan agar kaum muslimin tunduk dan mengikuti cara hidup mereka sehingga melanggengkan kepentingan mereka untuk menjajah (baca : mengeksploitasi) sumberdaya milik kaum muslim
  1. c)Ghazwul Fikri mempunyai makna: “Perang yang dilancarkan musuh-musuh Islam dalam rangka menghancurkan ummat Islam beserta Aqidahnya dengan tidak melalui perang konvensional tapi melalui perang pemikiran / invasi pemikiran”.
  1. BAHAYA GF
    Sebuah Pebandingan
KORBAN SERANGAN PEMIKIRAN KORBAN SERANGAN MELITER
1.      Tubuhnya segar bugar

2.      Mati iman dan ruh islamnya

3.      Matinya belum tentu masuk surga (masuk neraka)

4.      Mematikan semangat perlawanan

1.      Tubuhnya rusak

2.      Luka atau mati fisiknya

3.      Mati syahid (masuk surga)

4.      Menumbuhkan semangat perlawanan

  1. SEJARAH GHAZWUL FIKRI
  2. Latar belakang informasi dari al qur’an
  1. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu Dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Al Baqaroh :217)
  1. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al Baqaroh:120)
  1. Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS At Taubah :32)
  1. Latar belakang sejarah

Menurut DR. Anwar al Jundi, GF ditempuh oleh orang kafir khususnya Yahudi dan Nasrani, setelah mereka gagal menaklukan dunia Islam melalui perang konvensional dalam perang salib ke-VII.

Orang yang pertama kali menyadari akan langkah-langkah ini adalah panglima perang salib ke-VII itu sendiri yakni Louis XIV Raja Perancis. Saat ia tertawan oleh pasukan kaum muslimin pada perang salib ke-VII di Al Mansyuriyah pada tahun 647H/1250M, dalam memorinya ia menulis catatan yang berbunyi: “setelah melalui perjalanan panjang segalanya telah menjadi jelas bagi kita kehancuran kaum muslimin dengan jalan perang konvensional adalah mustahil karena mereka memiliki manhaj yang jelas, yang tegak diatas konsep Jihad fi Sabilillah. Dengan manhaj ini mereka tidak akan pernah mengalami kekalahan militer”.

  1. Para Pencetus Gf
  2. a)Louis XIV Raja Perancis. Saat ia tertawan oleh pasukan kaum muslimin pada perang salib ke-VII di Al Masyuriyah pada tahun 647H/1250M, dalam memorinya ia menulis catatan yang berbunyi: “setelah memlaui perjalanan panjang segalanya telah menjadi jelas bagi kita kehancuran kaum muslimin dengan jalan perang konvensional adalah mustahil karena mereka memiliki manhaj yang jelas, yang tegak diatas konsep Jihad fi Sabilillah. Dengan manhaj ini mereka tidak akan pernah mengalami kekalahan militer”. Karena itu, barat menempuh jalan lain. Bukan langkah-langkah militer tapi memerangi idiologinya dengan jalan mencabut akar manhaj ini dan mengosongkannya dari kekuatan, kenekatan dan keberanian.
  1. b)Samuel Marinus Zwemer seorang misionaris Amerika(Supervisor dan penanggung jawab masalah Kristenisasi), ia berkata: “Tujuan kita bukan mengkristenkan ummat Islam, ini tidak sanggup kita melaksanakannya. Tetapi target kita adalah menjauhkan kaum muslimin dari Islam. Ini yang harus kita capai, walaupun mereka tidak bergabung dengan kita…”
  1. c)William Ewart Gladstone (Perdana Mentri Inggris) 1809-1898, dan salah seorang pendiri koloni Inggris di Timur Tengah,ia berkata : ” Selama Al Qur’an ini masih ada, Eropa tidak akan sanggup menguasai wilayah timur, bahkan Eropa sendiri tidak akan tentram…”
  1. d)Thomas Edward Lawrence (1888-1935), seorang perwira dan penulis Inggris mengatakan: “Bahaya yang sebenarnya tersembunyi pada sistem Islam, (adalah) kemampuannya untuk menyebar dan vitalitasnya. Hal ini merupakan tembok penghalang satu-satunya bagi penjajahan Eropa…bila ummat Islam bersatu dibawah satu pemerintahan, mereka bisa menjadi malapetaka bagi dunia!”.

5- TUJUAN GHAZWUL FIKRI

  1. Mengeliminasi Islam supaya tidak mampu berkembang.
  2. Menghantam Islam dari dalam.

6- TAKTIK / STRATEGI GHAZWUL FIKRI

Untuk mencapai sasaran pertama orang-orang kafir menggunakan uslub:

  1. Tasywih (pengaburan)

Tasywih ini dilancarkan tidak terbatas hanya dalam satu aspek, tetapi mencakup seluruh aspek Islam. Karena itu kita menemukan berbagai upaya tasywih terhadap Al-Qur’an, Sunnah Nabi, pribadi RasuluLLoh SAW, sejarah Islam dan tokoh-tokohnya, sistem kehidupan Islam, peradaban dan warisan Islam, bahasa dan lainnya.

Tujuannya ialah untuk memutus hubungan antara kaum muslimin dengan agamanya dan menghalang-halangi nonmuslim dari pemahaman yang benar terhadap Islam, atau dengan kata lain menciptakan Islam Phobi kepada orang-orang bukan Muslim.

  1. Tasykik (menimbulkan keragu-raguan)

Tasykik yang dilancarkan orang-orang kafir terutama terarah kepada sejarah masa lalu ummat dan masa kininya.

Agar ummat Islam terputus hubungannya dengan masa lalunya, maka orang-orang kafir melancarkan tasykik terhadap kejayaan masa lalu ummat dan terhadap kehidupan pribadi tokoh-tokohnya.

Tujuannya ialah agar generasi muslim sekarang tidak tahu sejarah masa lalu ummatnya.

Maka perbudakan, penindasan, peperangan, diskriminasi agama dan kesukuan, masa-masa kritis, tahap-tahap pertentangan dan periode kekacauan dan perpecahan, merupakan fokus pembahasan sejarah Islam yang harus dijejalkan kepada kepada generasi muslim dewasa ini, agar mereka membenci sejarah masa lalu ummatnya dan sebaliknya mereka terpaksa mempelajari sejarah bangsa-bangsa lain dan mengaguminya.

mentasykik kehidupan ummat masa sekarang. Tujuannya agar generasi muslim, merasa malu dengan kehidupan ummatnya. Karena itu mereka menampilkan dunia Islam dalam bentuk serba keterbelakangan. Akibatnya generasi muslim, terutama generasi mudanya, merasa kecewa terhadap sosok ummat sekarang dan mencari jalan keluar untuk berasimilasi dengan kehidupan masyarakat lain.

Perekonomian ummat sekarang ini dilanda keterbelakangan, maka tidak ada cara untuk memajukannya kecuali melebur kedalam ekonomi kapitalis dan sosialis.

Kebudayaan dan pemikiran ummat sedang dilanda stagnasi, maka tidak ada cara untuk memperbaruinya kecuali mengadopsi kebudayaan yang maju dan bernilai tinggi.

Sementara itu lembaga-lembaga pendidikan dan kebudayaan ummat dipandang hanya menyebarkan kebodohan, karena itu harus ditiru mentah-mentah sistem kebudayaan Eropa, Amerika atau Uni Soviet.

  1. TADZWIB (PELEBURAN / PENGHANCURAN).

Tujuannya ialah agar ummat Islam kehilangan karakteristik dan kepribadiannya. Karena itu mereka menyerbu dengan gberbagai sarana yang dapat mengubah karakternya dan dapat melunturkan aqidahnya.

Seluruh kekuatan musuh Islam bersekongkol menghancurkan karakteristik ummat dengan berbagai cara. Mereka mempergunakan cara-cara langsung dan tidak langsung, terang-terangan dan samar-samar, materi dan immateri, asing dan lokal, ekonomi dan sosial, pendidikan dan kebudayaan, militer dan sipil, terhadap muslim yang berada di negeri muslim ataupun muslim yang berada di negeri-negeri kafir.

  1. TAGHRIB (PEMBARATAN)

sebuah upaya penanaman budaya Barat secara total ke tengah-tengah kaum Muslimin. Sehingga seluruh struktur kehidupan kaum muslimin sepenuhnya berada dalam kontrol dan arahan pola hidup Barat.

Jadi target serbuan ini adalah kaum muslimin harus menerapkan sistem Barat dalam mu’amalah, sistem kehidupan dan struktur masyarakatnya. Tak jadi soal apakah nantinya kaum muslimin menjadi Nasrani, Yahudi atau atheis sekalipun. Tak jadi soal apakah orang-orang Islam tetap melaksanakan ritual ibadah tertentu dan mengibarkan nama Islam.

Untuk sasaran yang kedua :  (menghantam islam dari dalam)

Mereka melakukan :

  1. Penyebaran faham sekularisme

Sekularisme (secularism), tidak ada kaitannya dengan science atau science. Ia adalah la diniyah atau duniawiyah, tidak beragama atau berseifat keduniaan semata.

  1. Menyebarkan faham nasionalisme

Nasionalisme adalah faham yang meletakkan nation atau suku bangsa di atas segala-galanya. Slogan mereka yang sangat populer adalah “Agama untuk Tuhan dan tanah air untuk semua”.

  1. Perubahan politik

Merubah sistim politik islam menjadi skuler.  Ide yang dilontarkan adalah :” “Politik adalah masalah dunia sedangkan agama masalah akhirat”, “islam tidak mengatur masalah politik” dan lain sebagainya.

  1. Perubahan sosial.

Perubahan sosial ini dilakukan dengan menghancurkan tatanan masyarakat Islam, Merubah pola hubungan pria-wanita menjadi hubungan bebas, sistem pernikahan, sistem keluarga, pendidikan dan nilai-nilai masyarkat islam

  1. MEDIA SARANA GF
  2. Lembaga Pemerintahan

Semua lembaga pemerintahan di dunia Islam, tanpa kecuali dijadikan alat dan sarana Al-Ghazwul Fikri. Hal ini dilakukan dengan cara menguasai piranti politik dan piranti perundang-undangan.

  1. Publikasi

Publikasi adalah alat Ghazwul Fikri yang paling luas jangkauannya. Publikasi sangat efektif untuk mencapai sasaran-sasarannya dalam kelompok masyarakat yaitu para cendekiawan, orang-orang awam besar dan kecil , kaum laki-laki dan perempuan , orang kota dan kampung , orang kaya dan miskin baik yang sudah dewasa maupun yang masih kecil.

Karena itu orang-orang kafir berusaha keras untuk menguasai dan mengarahkan alat – alat publikasi ini. Media cetak, media elektronik, teater, lagu-lagu, film dan lukisan-lukisan dikerahkan untuk membentuk satu generasi yang ruhnya kosong dari nilai-nilai Islam.

  1. Pendidikan

Orang-orang kafir memanfaatkan lembaga-lembaga pendidikan secara luas untuk mencapai tujuan Al-Ghazwul Fikri, yakni dengan cara mempengaruhi dan menguasainya. Hampir semua perangkat yang berkaitan dengan pendidikan dikuasai oleh mereka. Sejak managemen, sistem, metode, filsafat pendidikan, tenaga pengajar sampai bahasa yang digunakan, dikuasai oleh mereka.

  1. Bidang Kemasyarakatan

Untuk mengeliminasi dan menghantam Islam dari dalam, orang-orang kafir juga memanfaatkan bidang sosial kemasyarakatan dan dijadikannya alat perusak dan penghancur pemikiran ummat. Sekurang-kurangnya ada tiga cara yang biasa mereka lakukan dalam program ini :

  1. Mentasywih tokoh-tokoh agama dan masyarakat muslim dengan cara memburuk-burukkan nama baik tokoh dan perilaku masyarakat muslim tersebut.
  2. Menciptakan pemimpin-pemimpin palsu, baik sebagai pemimpin politik, pendidikan maupun ekonomi.
  3. Menyerbu kehidupan sosial kemasyarakatan kaum muslimin dengan cara mempopulerkan berbagai macam tradisi, cara berpakaian, pemikiran, seruan-seruan, penemuan-penemuan dan lain sebagainya.

BEBERAPA CONTOH GF  :

  1. Menyebut seorang muslim yang menjalankan agamanya (muslim kaffah) dengan sebutan fundamentalis. Fundamentalis identik dengan anarkis. Anarkis identik dengan teroris, sehingga pada akhirnya seorang muslim kaffah sama dengan teroris.
  2. Mushaf Utsmani bukanlah Al-Qur’an yang otentik, tapi hasil rekayasa khalifah Utsman bin Affan untuk mendukung kepentingan politiknya.
  3. Hukum Islam adalah produk budaya arab dan tidak sesuai diterapkan dalam konsteks masyarakat hari ini. Seperti misalnya hukum tentang jilbab yang lebih merupakan budaya arab.
  4. Menghalalkan nikah beda agama.
  1. SEBAB-SEBAB KEMUNDURAN UMAT ISALAM
  2. Faktor Internal

a.Akibat jauhnya umat Islam dari Kitabullah dan As Sunnah .

Jauhnya umat Islam dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya merupakan salah satu yang mengakibatkan umat Islam kini mempunyai konsep diri yang buruk sekali.

Seringkali kita menghambat diri kita dari kemajuan yang seharusnya kita capai dengan misalnya mengatakan tidak mungkin menyaingi mereka (musuh-musuh Islam).

Menjauhkan umat Islam dari bahasa Al Qur’an adalah akibat yang timbul dari perang pemikiran ini. Seringkali kita mempunyai persepsi bahwa belajar bahasa Al Qur’an (bahasa Arab) itu sulit.

  1. Adanya ketidakpercayaan umat kepada Islam.

Disebabkan oleh  persepsi umat Islam sendiri tentang Islam yang tidak jelas karena bukan Islam yang dipelajari dan dipahami dari Al Qur’an dan Hadits.

  1. Taklid (ikut-ikutan).

Karena umat tidak punya nilai, tidak memiliki prinsip-prinsip yang sangat berharga sebagaimana yang ada di dalam Al Qur’an dan As Sunnah, akhirnya yang mereka lakukan adalah mencari nilai dari orang lain. Sebagai contoh, umat Islam di Indonesia begitu kental ‘warnanya’ (dalam cara beribadah) akibat pengaruh Hindu.

  1. Tafriqoh (terjadinya perpecahan di kalangan umat).

Banyaknya organisasi-organisasi dan partai-partai umat Islam yang diakibatkan karena umat sekarang ini tidak punya nilai konsep persatuan dan kesatuan fikrahpemikiran, dan aqidah. Semua terpecah dengan mengikuti pahamnya masing-masing.Akibatnya mereka pun tertinggal dari berbagai macam gelombang kontemporer yang terus berkembang. Seringkali umat Islam tertinggal dalam perkembangan dunia.

  1. Faktor Eksternal
  2. Serangan asing (non muslim), berupa gerakan militer
  3. Dan perang  perlawanan pemikiran.
  1. CARA MENGHADAPI GF
  2. Menyadakan kepada kaum muslimin akan bahaya dari Ghazwul Fikri
  3. Hanya mengerjakan yg bermanfaat (dunia-akhirat)
  4. Kembali kepada Al Qur’an dan Assunnah
  5. Tidak boleh merasa minder. Orang yang paling mulia disisi allah adalah orang yang bertakwa
  6. Meninjau kembali semua kurikulum pendidikan di berbagai negara Islam..
  7. Menyebarluaskan berbagai prinsip dan ajaran Islam di tengah masyarakat dengan demikian mereka tidak membutuhkan nilai-nilai import.
  8. Umat Islam harus mempunyai kantor berita sendiri, dikelola secara profesional, mengerti persoalan dan mampu mengungkap bahaya yang tersembunyi dalam berbagai berita yang disiarkan musuh.
  9. Menggalang persatuan umat Islam agar tercapai swasembada disegala segi.
  10. Menyatukan derap langkah para penulis muslim dan lembaga da’wah untuk mengamati gerakan ghzawul fikri serta mengambil langkah untuk menghadapinya

Wallahu a’lam bis shawaf.     ( Basuki Rahmat.LC.Ma.)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed